Banyak serapan dari bahasa asing yang dimasukkan dalam perbendaharaan kata Bahasa Indonesia dalam Kamus Besar BAHASA INDONESIA
Untuk itu saya dengan bersusah payah mengumpulkan kata-kata yang biasa digunakan dalam perbincangan di media cetak maupun di media televisi, agar semua pengunjung setia dari LASKAR PELANGI ANAK BANGSA bisa bertambah pengetahuannya.
BACA SELENGKAPNYA
KATA | ARTI |
ADEKUAT | ade·ku·at /adékuat/ a memenuhi syarat; memadai; sama harkatnya |
AKUNTABEL | dapat dipertanggungjawabkan |
AKOMODASI | ako·mo·da·si n 1 sesuatu yg disediakan untuk memenuhi kebutuhan, msl |
tempat menginap atau tempat tinggal sementara bagi orang yg | |
bepergian: dia bertugas menyiapkan -- bagi para tamu yg datang dr luar | |
daerah; 2 Bio penyesuaian mata untuk menerima bayangan yg jelas dr | |
objek yg berbeda; 3 Antr penyesuaian manusia dl kesatuan sosial untuk | |
menghindari dan meredakan interaksi ketegangan dan konflik; 4 Sos | |
penyesuaian sosial dl interaksi antara pribadi dan kelompok manusia | |
untuk meredakan pertentangan; 5 Lay kamar atau ruang tempat tinggal | |
awak kapal atau penumpang kapal; | |
meng·ako·mo·da·si v menyediakan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan | |
AKLAMASI | ak·la·ma·si n pernyataan setuju secara lisan dr seluruh peserta rapat |
dsb thd suatu usul tanpa melalui pemungutan suara: usul itu diterima | |
secara -- | |
ALIANSI | ali·an·si n Pol ikatan antara dua negara atau lebih dng tujuan politik; |
ber·a·li·an·si v mengadakan aliansi | |
ANALOGI | ana·lo·gi n 1 persamaan atau persesuaian antara dua benda atau hal yg |
berlainan; kias: 2 Ling kesepadanan antara bentuk bahasa yg menjadi | |
dasar terjadinya bentuk lain; 3 Mik sesuatu yg sama dl bentuk, susunan, | |
atau fungsi, tetapi berlainan asal-usulnya sehingga tidak ada hubungan | |
kekerabatan; 4 Sas kesamaan sebagian ciri antara dua benda atau hal | |
yg dapat dipakai untuk dasar perbandingan; | |
meng·a·na·lo·gi·kan v membuat sesuatu yg baru berdasarkan contoh yg | |
sudah ada; mereka-reka bentuk kata baru dng mencontoh bentuk yg | |
telah ada | |
ANIMO | ani·mo n 1 hasrat dan keinginan yg kuat untuk berbuat, melakukan, atau |
mengikuti sesuatu: -- untuk membeli barang-barang mewah agak | |
berkurang; 2 semangat: kesebelasan kita bermain dng penuh -- | |
APLIKASI | ap·li·ka·si n 1 karya hias dl seni jahit-menjahit dng menempelkan |
(menjahitkan) guntingan-guntingan kain yg dibentuk spt bunga (buah, | |
binatang, dsb) pd kain lain sbg hiasan; 2 tambahan: dl beberapa | |
fakultas diadakan kursus -- bahasa Inggris; 3 penggunaan; penerapan; | |
4 lamaran; permohonan; pendaftaran: ia mendapatkan formulir -- di | |
cabang bank terdekat; | |
meng·ap·li·ka·si·kan v menerapkan, menggunakan dl praktik | |
APRESIASI | ap·re·si·a·si /aprésiasi/ n 1 kesadaran thd nilai seni dan budaya; 2 |
penilaian (penghargaan) thd sesuatu; 3 kenaikan nilai barang krn harga | |
pasarnya naik atau permintaan akan barang itu bertambah; | |
ber·a·pre·si·a·si v mempunyai apresiasi; ada apresiasi; | |
meng·ap·re·si·a·si v melakukan pengamatan, penilaian, dan penghargaan | |
(msl thd karya seni) | |
ARBITRASE | ar·bit·ra·se n Dag 1 pembelian dan penjualan secara simultan atas |
barang yg sama di dl dua pasar atau lebih dng harapan akan memperoleh | |
laba dr perbedaan harganya; 2 usaha perantara dl meleraikan sengketa | |
ASUMSI | asum·si n 1 dugaan yg diterima sbg dasar; 2 landasan berpikir krn |
dianggap benar; | |
meng·a·sum·si·kan v menduga; memperkirakan; memperhitungkan; | |
meramalkan | |
DESKRIPSI | des·krip·si /déskripsi/ n pemaparan atau penggambaran dng kata-kata |
secara jelas dan terperinci; uraian: kamus yg baik memuat -- tt aspek | |
leksikon secara tuntas; | |
-- struktur Ling 1 penggambaran konstituen ujaran dan hubungannya dr | |
sudut semantik, sintaksis, dan fonologi, kaidahnya terletak di sebelah kiri | |
kaidah transformasi; 2 masukan yg memungkinkan terjadinya suatu | |
transformasi; | |
men·des·krip·si·kan v memaparkan atau menggambarkan dng kata-kata | |
secara jelas dan terperinci; menguraikan: penelitian ini bertujuan ~ | |
struktur dan fungsi bahasa Indonesia | |
DELUSI | de-lu-si (keyakinan yang salah; aneh) |
DISERTASI | di·ser·ta·si n karangan ilmiah yg ditulis untuk memperoleh gelar doktor |
DISINFEKTAN | dis·in·fek·tan /disinféktan/ n bahan kimia (spt lisol, kreolin) yg digunakan |
untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran oleh jasad renik; | |
obat untuk membasmi kuman penyakit | |
DIKOTOMI | di·ko·to·mi n pembagian atas dua kelompok yg saling bertentangan |
DOMAIN | do·ma·in n wilayah; daerah; ranah |
EJAWANTAH | eja·wan·tah /éjawantah/ v, meng·e·ja·wan·tah v 1 menjelma; menjadi |
berwujud; 2 menitis; | |
meng·e·ja·wan·tah·kan v menjelmakan (mewujudkan, melaksanakan, | |
memanifestasikan) suatu posisi, kondisi, sikap, pendirian, dsb: kita harus | |
~ Pancasila dl kehidupan sehari-hari; | |
peng·e·ja·wan·tah·an n 1 penjelmaan (perwujudan, pelaksanaan, | |
manifestasi) suatu posisi, kondisi, sikap, pendirian, dsb; 2 proses, cara, | |
perbuatan mengejawantahkan; penjelmaan; perwujudan; manifestasi: | |
demonstrasi itu merupakan ~ dr perasaan tidak puas para pekerja | |
tambang atas peraturan yg dianggapnya merugikan itu | |
EKSPLORASI | eks·plo·ra·si /éksplorasi/ 1 n penjelajahan lapangan dng tujuan |
memperoleh pengetahuan lebih banyak (tt keadaan), terutama | |
sumber-sumber alam yg terdapat di tempat itu; penyelidikan; | |
penjajakan: -- sumber minyak di daerah lepas pantai sedang giat | |
dilakukan; 2 Dik kegiatan untuk memperoleh pengalaman baru dr situasi | |
mengandung mineral berharga dng jalan survei geologi, survei geofisika, | |
atau pengeboran untuk menemukan deposit dan mengetahui luas | |
wilayahnya; | |
-- akhir Pet penyelidikan terperinci untuk cebakan mineral atau batu | |
bara setelah hasil penyelidikan pendahuluan menyatakan bahwa cebakan | |
itu ada kemungkinan mempunyai nilai ekonomis; -- radioaktif Pet cara | |
eksplorasi dng menggunakan prinsip radioaktif; | |
meng·ek·splo·ra·si v mengadakan penyelidikan (terutama mengenali | |
sumber alam yg terdapat di suatu tempat): Columbus menemukan | |
Amerika, tetapi tidak ~ benua baru itu | |
EKSES | ek·ses /éksés/ n hal (peristiwa) yg melampaui batas: peristiwa itu boleh |
dianggap sbg -- dr reformasi | |
EMBARGO | em·bar·go /émbargo/ n 1 penyitaan sementara thd kapal-kapal asing, |
msl pd waktu perang, dng maksud agar kapal-kapal itu tidak | |
meninggalkan pelabuhan; 2 larangan lalu lintas barang (antarnegara); 3 | |
larangan menyiarkan berita sebelum | |
waktu yg telah ditentukan; | |
-- senjata embargo thd pengiriman senjata pd waktu perang; | |
meng·em·bar·go v melakukan embargo; mengenakan embargo pada: | |
pemerintah negara tetangga ~ ekspor tekstil Indonesia | |
ESKATOLOGIS | es·ka·to·lo·gis /éskatologis/ a mengenai hal-hal terakhir, spt kematian, |
hari kiamat, kebangkitan | |
FEDERASI | fe·de·ra·si /féderasi/ n 1 gabungan beberapa perhimpunan yg bekerja |
sama dan seakan-akan merupakan satu badan, tetapi tetap berdiri | |
sendiri: Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia tergabung dl -- bulu | |
tangkis internasional; 2 Pol gabungan beberapa negara bagian yg | |
dikoordinasi oleh pemerintah pusat yg mengurus hal-hal mengenai | |
kepentingan nasional seluruhnya (spt keuangan, urusan luar negeri, dan | |
pertahanan) | |
FERMENTASI | fer·men·ta·si /férméntasi/ n 1 peragian; 2 Kim penguraian metabolik |
senyawa organik oleh mikroorganisme yg menghasilkan energi yg pd | |
umumnya berlangsung dng kondisi anaerobik dan dng pembebasan gas | |
FRIKSI | frik·si n 1 pergeseran yg menimbulkan perbedaan pendapat; 2 |
perpecahan | |
FUSI | fu·si n 1 Fis penggabungan dua nukleus (inti) atom yg ringan untuk |
membentuk sebuah nukleus yg lebih berat sambil melepaskan sedikit dr | |
energi (tenaga) ikatnya; 2 gabungan; peleburan; koalisi (tt partai, | |
perusahaan, dsb): kedua perusahaan itu telah bersetuju untuk | |
mengadakan --; | |
ber·fu·si v bergabung; meleburkan diri: kedua partai politik itu telah ~; | |
mem·fu·si·kan v menjadikan berfusi | |
FENOMENA | fe·no·me·na /fénoména/ n 1 hal-hal yg dapat disaksikan dng pancaindra |
dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah (spt fenomena alam); | |
gejala: gerhana adalah salah satu -- ilmu pengetahuan; 2 sesuatu yg | |
luar biasa; keajaiban: sementara masyarakat tidak percaya akan adanya | |
pemimpin yg berwibawa, tokoh itu merupakan -- tersendiri; 3 fakta; | |
kenyataan: peristiwa itu merupakan -- sejarah yg tidak dapat diabaikan | |
GRATIFIKASI | gra·ti·fi·ka·si n uang hadiah kpd pegawai di luar gaji yg telah ditentukan |
INFRASTRUKTUR | in·fra·struk·tur n prasarana |
IMPULSIF | im·pul·sif a bersifat cepat bertindak secara tiba-tiba menurut gerak hati |
INTEGRITAS | in·teg·ri·tas n mutu, sifat, atau keadaan yg menunjukkan kesatuan yg |
utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yg memancarkan | |
kewibawaan; kejujuran; | |
-- nasional wujud keutuhan prinsip moral dan etika bangsa dl kehidupan | |
bernegara | |
INTROVEK | Menyembunyikan perasaan |
INTERPRETASI | in·ter·pre·ta·si n pemberian kesan, pendapat, atau pandangan teoretis |
thd sesuatu; tafsiran; | |
meng·in·ter·pre·ta·si·kan v menafsirkan; | |
peng·in·ter·pre·ta·si·an n proses, cara, perbuatan meng-interpretasikan; | |
peng·in·ter·pre·ta·si n orang yg menginterpretasikan | |
INTUISI | in·tu·i·si n daya atau kemampuan mengetahui atau mema-hami sesuatu |
tanpa dipikirkan atau dipelajari; bisikan hati; gerak hati | |
KONDUSIF | kon·du·sif a memberi peluang pd hasil yg diinginkan yg bersifat |
mendukung | |
KONJUGASI | kon·ju·ga·si n 1 Ling sistem perubahan bentuk verba yg berhubungan |
dng jumlah, jenis kelamin, modus, dan waktu (terdapat pd bahasa | |
fleksi); tasrif; 2 Bio pemaduan gamet yg serupa, yg kemudian | |
menggabungkan intinya; 3 Kim pembentukan molekul tertentu pd protein | |
rumit | |
KONVENSI | kon·ven·si /konvénsi/ n 1 permufakatan atau kesepakatan (terutama |
mengenai adat, tradisi, dsb): berdasarkan -- , sudah sewajarnya pria | |
melindungi wanita; 2 perjanjian antarnegara, para penguasa | |
pemerintahan, dsb: -- Hukum Laut telah disetujui oleh negara sedang | |
berkembang; 3 konferensi tokoh masyarakat atau partai politik dng | |
tujuan khusus (memilih calon untuk pemilihan anggota DPR dsb) | |
KONVERSI | kon·ver·si /konvérsi/ n 1 perubahan dr satu sistem pengetahuan ke |
sistem yg lain; 2 perubahan pemilikan atas suatu benda, tanah, dsb; 3 | |
perubahan dr satu bentuk (rupa, dsb) ke bentuk (rupa, dsb) yg lain; | |
-- makanan jumlah pakan yg dibutuhkan per satuan produksi ternak; -- | |
pakan Tan perbandingan antara jumlah pakan ikan yg digunakan dng | |
produksi daging ikan yg dihasilkan; -- tanaman penggantian tanaman yg | |
sudah ada dng tanaman lain; | |
me·ngon·ver·si·kan v mengubah atau menukar: ia mempersilakan | |
nasabah ~ dolar yg sudah terkumpul ke rupiah | |
KORPORASI | kor·po·ra·si n 1 badan usaha yg sah; badan hukum; 2 perusahaan atau |
badan usaha yg sangat besar atau beberapa perusahaan yg dikelola dan | |
dijalankan sbg satu perusahaan besar | |
LAMINASI | la·mi·na·si n 1 pelapisan bahan tipis dng lempeng pd kedua sisinya; 2 |
bahan pelapis bahan tipis pd kedua sisinya | |
LEGITIMASI | le·gi·ti·ma·si /légitimasi/ n 1 Huk keterangan yg mengesahkan atau |
membenarkan bahwa pemegang keterangan adalah betul-betul orang yg | |
dimaksud; kesahan; 2 pernyataan yg sah (menurut undang-undang atau | |
sesuai dng undang-undang); pengesahan; | |
me·le·gi·ti·ma·si·kan v mengesahkan; membenarkan | |
MALAFUNGSI | ma·la·fung·si n fungsi yg salah |
MATRIKS | mat·riks n 1 kerangka, bagan; 2 rekaman induk (tt piringan hitam); 3 |
matris; 4 pola acuan untuk ragam hias relief atau patung; 5 Man tabel | |
yg disusun dl lajur dan jajaran sehingga butir-butir uraian yg diisikan | |
dapat dibaca dr atas ke bawah dan dr kiri ke kanan; 6 Anat substansi | |
antarselular pd suatu jaringan, spt pd tulang atau jaringan tempat | |
berkembangnya struktur, spt pd rambut dan kuku; 7 Dok pita logam | |
untuk membuat bentuk yg tepat pd restorasi gigi | |
MULTIPLIKASI | mul·ti·pli·ka·si n tindakan atau proses memperbanyak; perkalian |
MORATORIUM | mo·ra·to·ri·um n 1 penangguhan pembayaran utang didasarkan pd |
undang-undang agar dapat mencegah krisis keuangan yg semakin | |
hebat; 2 penundaan; penangguhan: negara itu memutuskan untuk | |
memperpanjang -- uji coba senjata nuklir | |
NATURALISASI | na·tu·ra·li·sa·si n 1 pemerolehan kewarganegaraan bagi penduduk asing; |
hal menjadikan warga negara; pewarganegaraan yg diperoleh setelah | |
memenuhi syarat sebagaimana yg ditetapkan dl peraturan | |
perundang-undangan; 2 Bio gejala terjadinya penyesuaian diri tumbuhan | |
yg didatangkan dr tempat lain dan menjadi anggota biasa masyarakat | |
tumbuhan di tempat yg baru itu; | |
me·na·tu·ra·li·sa·si v mengadakan atau melakukan naturalisasi; | |
menjadikan warga negara (Indonesia dsb): Filipina menghendaki | |
Indonesia ~ tujuh ribu warga negara Filipina di Indonesia | |
NAWALA | na·wa·la n Kom lembaran cetakan berupa pamflet atau surat kabar yg |
diterbitkan pd waktu-waktu tertentu yg berisi tt perkembangan | |
perusahaan | |
ORASI | ora·si n 1 pidato; 2 pidato pengukuhan (guru besar dsb); 3 khotbah; |
ber·o·ra·si v berpidato; berkhotbah: sebelum acara dimulai, sejumlah | |
reformis -; para politisi dilarang keras - di kampus-kampus | |
ORIENTASI | ri·en·ta·si /oriéntasi/ n 1 peninjauan untuk menentukan sikap (arah, |
tempat, dsb) yg tepat dan benar; 2 pandangan yg mendasari pikiran, | |
perhatian atau kecenderungan; | |
ber·o·ri·en·ta·si v 1 melihat-lihat atau meninjau (supaya lebih kenal atau | |
lebih tahu); 2 mempunyai kecenderungan pandangan atau | |
menitikberatkan pandangan; berkiblat: mereka orang-orang yg - ke | |
Barat | |
OVULASI | ovu·la·si n Dok terlepasnya sel telur dr indung telur (biasanya di antara |
hari ke-3 dan hari ke-17 sesudah haid) | |
PREDESTINASI | pre·des·ti·na·si /prédéstinasi/ n ketentuan Tuhan; yg sudah lebih dahulu |
ditentukan oleh Tuhan; takdir | |
PANELIS | pa·ne·lis /panélis/ n peserta diskusi panel |
PARADIGMA | pa·ra·dig·ma n 1 Ling daftar semua bentukan dr sebuah kata yg |
memperlihatkan konjugasi dan deklinasi kata tsb; 2 model dl teori ilmu | |
pengetahuan; 3 kerangka berpikir | |
PARADOKS | pa·ra·doks n pernyataan yg seolah-olah bertentangan (berlawanan) dng |
pendapat umum atau kebenaran, tetapi kenyataannya mengandung | |
kebenaran; bersifat paradoks | |
PARODI | pa·ro·di n karya sastra atau seni yg dng sengaja menirukan gaya, kata |
penulis, atau pencipta lain dng maksud mencari efek kejenakaan; | |
me·ma·ro·di·kan v menjadikan parodi | |
REKLAMASI | re·kla·ma·si /réklamasi/ n 1 bantahan atau sanggahan (dng nada keras); |
2 Tan usaha memperluas tanah (pertanian) dng memanfaatkan daerah | |
yg semula tidak berguna (msl dng cara menguruk daerah rawa-rawa); 3 | |
pengurukan (tanah); | |
me·re·kla·ma·si·kan v membuka tanah untuk digarap (msl menjadi | |
persawahan): pemerintah telah ~ seluas 5,25 juta hektar tanah di | |
daerah Sumatra dan Kalimantan | |
RESTITUSI | res·ti·tu·si /réstitusi/ n 1 ganti kerugian; pembayaran kembali: pegawai |
berhak memperoleh -- pengobatan; 2 penyerahan bagian pembayaran | |
yg masih bersisa: -- kenaikan gaji bulan Maret akan dibayar | |
bersama-sama dng gaji bulan April; 3 Dok penyesuaian spontan kepala | |
bayi dng badannya sesudah kepala keluar dr rahim ibu | |
RESTORASI | res·to·ra·si /réstorasi/ n pengembalian atau pemulihan kpd keadaan |
semula (tt gedung bersejarah, kedudukan raja, negara); pemugaran; | |
me·res·to·ra·si v melakukan restorasi; mengembalikan atau memulihkan | |
kpd keadaan semula; memugar: Pemerintah akan ~ semua bangunan | |
bersejarah | |
SKEPTIS | skep·tis /sképtis/ a kurang percaya; ragu-ragu (thd keberhasilan ajaran |
dsb): penderitaan dan pengalaman menjadikan orang bersifat sinis dan | |
-- | |
SUPERVISI | su·per·vi·si n pengawasan utama; pengontrolan tertinggi; penyeliaan: |
dua orang petugas kesehatan mengadakan -- di puskesmas- puskesmas | |
pedesaan | |
TIRANI | ti·ra·ni n 1 kekuasaan yg digunakan sewenang-wenang; 2 negara yg |
diperintah oleh seorang raja atau penguasa yg bertindak sekehendak | |
hatinya: di bawah pemerintahan yg bersifat -- , kedaulatan rakyat akan | |
hilang | |
TRANSPLANTASI | trans·plan·ta·si n 1 Tan pemindahan tanaman: -- rambutan muda; 2 Dok |
pemindahan jaringan tubuh dr suatu tempat ke tempat lain (spt menutup | |
luka yg tidak berkulit dng jaringan kulit dr bagian tubuh yg lain); | |
pencangkokan: menilik pesatnya perkembangan teknologi, rasanya -- | |
janin cuma soal waktu; | |
-- kornea pencangkokan selaput bening mata; | |
men·trans·plan·ta·si·kan v memindahkan (jaringan tubuh atau tanaman | |
ke tempat (orang) lain atau ke tanaman lain: sekarang ada peluang ~ | |
sel sperma yg relatif sangat kecil | |
TRIKOTOMI | tri·ko·to·mi n pemisahan atau pembagian atas tiga golongan (kelompok) |
VERIFIKASI | ve·ri·fi·ka·si /vérifikasi/ n pemeriksaan tt kebenaran laporan, pernyataan, |
perhitungan uang, dsb: pihak kepolisian telah mengadakan -- thd | |
pernyataan salah seorang anggota partai tt adanya keterlibatan | |
purnawirawan TNI dl kasus pemalsuan uang | |
BY SMILE
24 DESEMBER 2011
Pengkritik adalah orang yang bekerja tanpa kita suruh, mengawasi kita tanpa kita gaji, dan memperhatikan kita tanpa rasa lelah, silahkan tinggalkan kritik anda, karena setiap kritikan yang terlontar mencerminkan kepribadian anda.
salam,
smile